Perlindungan Hukum terhadap Crowdfunding Syariah sebagai Instrumen Pembiayaan Digital dalam Perspektif Yuridis Ekonomi Syariah

Penulis

  • Salsa Alfi Widowati Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Elsa Ratna Duhita Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Alya Dwi Ananta Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Nayla Marwa Nur Faizah Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Baidhowi Universitas Negeri Semarang Penulis

DOI:

https://doi.org/10.71417/jchi.v2i1.170

Kata Kunci:

crowdfunding syariah, perlindungan hukum, maqasid syariah, fintech islam, regulasi OJK.

Abstrak

Perkembangan teknologi keuangan menempatkan crowdfunding syariah sebagai instrumen pembiayaan digital alternatif yang mengintegrasikan inovasi fintech dengan prinsip ekonomi Islam, keadilan distributif, transparansi mutlak, dan pembagian risiko proporsional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum crowdfunding syariah dalam perspektif yuridis ekonomi syariah, mencakup identifikasi subjek dan objek, tahapan operasional, permasalahan hukum nyata seperti penipuan berkedok penggalangan dana, serta kesenjangan antara fatwa DSN-MUI dan regulasi hukum positif nasional. Menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kepustakaan, penelitian menelaah regulasi OJK POJK No.57/POJK.04/2020, Fatwa DSN-MUI No.117/DSN-MUI/X/2017, serta literatur fikih muamalah kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan perlindungan hukum terbentuk melalui dua dimensi, yaitu regulatif dan normatif. Tantangan utama meliputi penipuan platform tidak berizin, asimetri informasi, lemahnya harmonisasi fatwa-regulasi, serta rendahnya literasi keuangan syariah masyarakat.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Abdullah Saeed, Islamic Banking and Interest: A Study of the Prohibition of Riba and Its Contemporary Interpretation (Leiden: Brill, 1996), 101.

Akerlof, G. A. (1970). The Market for 'Lemons': Quality Uncertainty and the Market Mechanism. The Quarterly Journal of Economics, 84(3), 488–500.

Alshater, Muneer & Saba, Irum & Supriani, Indri & Rabbani, Mustafa. (2022). Fintech in islamic finance literature: A review. Heliyon. 8. e10385. 10.1016/j.heliyon.2022.e10385.

Ascarya. (2013). Akad dan Produk Bank Syariah. Jakarta: Rajawali Pers.

Belleflamme, P., Lambert, T., & Schwienbacher, A. (2012). Crowdfunding: Tapping the Right Crowd. Journal of Business Venturing, 29.

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Fatwa DSN-MUI Nomor 117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah.

Fuller, L. L. (1964). The Morality of Law. New Haven: Yale University Press.

Haddad, C., & Hornuf, L. (2019). The Emergence of the Global Fintech Market: Economic and Technological Determinants. Small Business Economics, 53.

Hadjon, P. M. (1987). Perlindungan Hukum bagi Rakyat Indonesia. Surabaya: Bina Ilmu.

Hendratmi, A., Ryandono, M. N. H., & Sukmaningrum, P. S. (2020). Developing Islamic Crowdfunding Website Platform for Startup Companies in Indonesia. Journal of Islamic Marketing, 11(5), 1041–1053.

Hiyanti, H., Fitriany, N., & others. (2020). Peluang dan Tantangan Fintech Syariah di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 6(3), 542–554.

Hudaefi, F. (2020). How Does Islamic Fintech Promote the SDGs? Qualitative Evidence from Indonesia. Qualitative Research in Financial Markets, 12, 353–366.

Nurul Huda & Mohamad Heykal. (2010). Lembaga Keuangan Islam: Tinjauan Teoritis dan Praktis. Jakarta: Kencana.

Otoritas Jasa Keuangan. (2020). Peraturan OJK Nomor 57/POJK.04/2020 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi. Jakarta: OJK.

Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Peraturan OJK Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi. Jakarta: OJK.

Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Roadmap Pengembangan Keuangan Syariah Indonesia 2023–2027. Jakarta: OJK.

Pratama, A. (2021). Perlindungan Hukum terhadap Pengguna Layanan Financial Technology di Indonesia. Jurnal Rechts Vinding, 10(2), 237–254.

Pratiwi, R. E., Meirani, N., Khumairah, K., Saharan, M. S., & Hassan, H. E. (2023). Crowdfunding: As an Alternative to Islamic Funding. Journal of Business Studies and Management Review, 6(2), 109–117.

Stiglitz, J. E., & Weiss, A. (1981). Credit Rationing in Markets with Imperfect Information. The American Economic Review, 71(3), 393–410.

Diterbitkan

2026-03-05

Terbitan

Bagian

Ilmu Hukum

##category.category##

Cara Mengutip

Perlindungan Hukum terhadap Crowdfunding Syariah sebagai Instrumen Pembiayaan Digital dalam Perspektif Yuridis Ekonomi Syariah. (2026). Jurnal Cendekia Hukum Indonesia, 2(1), 667-681. https://doi.org/10.71417/jchi.v2i1.170

Artikel Serupa

1-10 dari 104

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.