Kekerasan Simbolik dan Rekonsiliasi Korban Fenomena  Child Grooming pada Kasus Aurelie Moeremans dalam Buku Broken Strings

Authors

  • Rizka Aulia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Author
  • Marsyella Resti Bastian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Author
  • Ika Arinia Indriyani Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Author

DOI:

https://doi.org/10.71417/jchi.v2i1.186

Keywords:

child grooming, relasi kuasa, media massa, Broken Strings, diskursus publik.

Abstract

Fenomena child grooming merupakan salah satu bentuk kekerasan berbasis relasi yang sering kali tidak disadari oleh korban karena berlangsung melalui proses manipulasi emosional dan ketimpangan kekuasaan antara pelaku dan korban. Kasus yang diungkap oleh Aurelie Moeremans melalui buku Broken Strings memunculkan kembali diskursus publik mengenai pengalaman relasi yang terjadi pada usia muda dan diduga mengandung unsur grooming. Viralitas buku tersebut di media sosial dan media massa menunjukkan bagaimana pengalaman personal korban dapat berubah menjadi isu sosial yang memicu perdebatan mengenai perlindungan hukum, posisi korban, serta peran media dalam membentuk opini publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola hubungan dalam praktik child grooming yang tergambar dalam narasi pengalaman korban serta mengkaji bagaimana media massa membentuk diskursus publik setelah viralnya buku Broken Strings. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana terhadap narasi pengalaman korban dan pemberitaan media. Kerangka analisis menggunakan teori relasi kuasa dari Michel Foucault dan Patriarki dari Sylvia Walby. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola hubungan dalam child grooming ditandai oleh proses manipulasi emosional, ketergantungan psikologis, serta normalisasi perilaku yang tidak sehat dalam relasi. Selain itu, viralitas narasi korban melalui buku Broken Strings dan pemberitaan media berperan dalam membentuk diskursus publik mengenai kekerasan dalam hubungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap fenomena grooming. Namun, dinamika media juga menunjukkan adanya proses framing yang dapat mempengaruhi persepsi publik terhadap korban dan pelaku.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ambodo, T., & Rochim, F. (2024). Evaluasi penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak. Islamic Law: Jurnal Siyasah, 9(1), 74–86. https://doi.org/10.53429/iljs.v9i1.983

Azmi, N. M. (2025). Edukasi grooming attack recognition system (GARS): Prevensi kejahatan eksploitasi anak dengan modus child grooming. Jurnal Kolaboratif Akademika, 2(1). https://doi.org/10.26811/3zwc8880

Chauviré-Geib, K., Gerke, J., Haag, A. C., Sachser, C., Finkelhor, D., Rassenhofer, M., & Fegert, J. M. (2025). The increase in online child sexual solicitation and abuse: Indicator 16.2.3 of the UN Sustainable Development Goals (SDG) documents a hidden and growing pandemic. Population-based surveys fail to capture the full picture. Child Abuse & Neglect, 164, 107452. https://doi.org/10.1016/j.chiabu.2025.107452

Dilla, N. R., & Ufran. (2023). Efektivitas penanggulangan tindak pidana child grooming di Indonesia. Indonesia Berdaya, 4(1), 383–388. https://doi.org/10.47679/ib.2023427

Elda, T., Erza, E. K., & Nadilla, I. (2025). Peningkatan pemahaman hukum terhadap dampak pelecehan seksual kepada anak di Kelurahan Ujung Menteng Cakung Jakarta Timur. Unes Law Review, 8(1). https://doi.org/10.31933/unesrev.v8i1.2486

Hardianti, F., Kumorotomo, W., & Setianto, W. A. (2023). Sosialisasi child grooming: Cyber crime yang mengintai anak-anak di era digital. Jurnal Pengabdian Literasi Digital Indonesia, 2(2), 85–96. https://doi.org/10.57119/abdimas.v2i2.45

Hardiyanti, D. T., & Harefa, B. (2021). Perlindungan terhadap korban grooming yang dilakukan oleh narapidana pencabulan anak. Humani: Hukum Masyarakat Madani, 11(2), 332–349.

Harefa, K. G., & Dewanto, W. A. (2026). Child grooming as sexual violence in Indonesia. Al Zayn: Jurnal Ilmu Sosial dan Hukum, 4(1). https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.408342

Joleby, M., Lunde, C., Landstrom, S., & Jonsson, L. S. (2021). Offender strategies for engaging children in online sexual activity. Child Abuse & Neglect,120,Article 101542, https://doi.org/10.1016/j.chiabu.2021.105214

Kadir, Z. K. (2025). Membongkar relasi tersembunyi: Pola hubungan pelaku dan korban kekerasan seksual dalam perspektif kriminologi. Jurnal Padamu Negeri, 2(2), 20–29. https://doi.org/10.69714/7fyypb14

Khaninah, A. N., & Widjanarko, M. (2016). Perilaku agresif yang dialami korban kekerasan dalam pacaran. Jurnal Psikologi Undip, 15(2), 151–160.

Kusnanto, & Yusuf, H. (2024). Pengaruh media massa terhadap persepsi dan tingkat kriminalitas: Analisis terhadap efek media dalam pembentukan opini publik. JICN: Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 1(2).

Lase, F. J., Weltya, G., Sarinita, I., & Nerissa, A. (2022). Edukasi bahaya child grooming kepada anak di bawah umur. Jurnal Comunità Servizio, 3(2), 927–942.

Lu, M., Lamond, M., & Fry, D. (2024). A content analysis of metrics on online child sexual exploitation and abuse used by online content-sharing services. Child Abuse & Neglect, 157, 107046. https://doi.org/10.1016/j.chiabu.2024.107046

Mahdriyani, S., et al. (2024). Child grooming (Technology-Based Sexual Harassment) in the context of Indonesian law. International Journal of Law, Environment, and Natural Resources (INJURLENS), 4(1), 91–101.

Prameswari, F. H. K. (2021). Dinamika psikologis remaja perempuan korban kekerasan dalam pacaran yang memilih mempertahankan hubungan pacarannya. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(7).

Ramadhatsani, S., Apsari, N. C., & Taftazani, B. M. (2024). Memahami kekerasan dalam pacaran secara resiprokal: Studi kasus tentang dinamika hubungan yang melibatkan kekerasan gegar beralasan. Themis: Jurnal Ilmu Hukum, 1(2), 69–81.

Reneses, M., Riberas-Gutiérrez, M., & Bueno-Guerra, N. (2025). “It’s just a joke”: Gender, sexuality and trivialisation in adolescent online violence such as cyberhate, cyberbullying, and online grooming. Humanities and Social Sciences Communications. https://doi.org/10.1057/s41599-025-04928-3

Romli, S. A., et al. (2024). Perlindungan hukum (Q. Barkah & Andriyani, Eds.; Cetakan pertama). CV. Doki Course and Training.

Rusyidi, B., & Hidaya, E. N. (2020). Kekerasan dalam pacaran: Faktor risiko dan pelindung serta implikasinya terhadap upaya pencegahan. Sosio Informa, 6(2).

Salter, M., Woodlock, D., & Wong, T. (2025). The sexual politics of technology industry responses to online child sexual exploitation during COVID-19: “This pernicious elitism”. Child Abuse & Neglect, 168, 106559. https://doi.org/10.1016/j.chiabu.2023.106559

Schittenhelm, C., Kops, M., Moosburner, M., Fischer, S. M., & Wachs, S. (2025). Cybergrooming victimization among young people: A systematic review of prevalence rates, risk factors, and outcomes. Adolescent Research Review, 10, 169–200. https://doi.org/10.1007/s40894-024-00248-w

Sidik, I. A., & Suherman, A. (2024). Efektivitas penerapan hukum perlindungan perempuan dan anak dalam mencegah kekerasan. Jurnal Kajian Hukum dan Kebijakan Publik, 2(1), 174–182.

Siwi, D. S. R., & Rahmiaji, L. R. (2024). Pemahaman anak terhadap isu child grooming. Undip E-Journal.

Wahyuni, S. (2023). Manajemen pelayanan publik: Optimalisasi perlindungan korban kekerasan perempuan dan anak. PT. Literasi Nusantara Abadi Grup.

Watson, S. (2024). Online abuse of women: An interdisciplinary scoping review of the literature. Feminist Media Studies, 24(1), 51–69. https://doi.org/10.1080/14680777.2023.2181136

Wefers, S., Dieseth, T., George, E., Øverland, I., Jolapara, J., McAree, C., & Findlater, D. (2024). Understanding and deterring online child grooming: A qualitative study. Sexual Offending: Theory, Research, and Prevention, 19, e13147. https://doi.org

Published

2026-03-16

How to Cite

Kekerasan Simbolik dan Rekonsiliasi Korban Fenomena  Child Grooming pada Kasus Aurelie Moeremans dalam Buku Broken Strings. (2026). Jurnal Cendekia Hukum Indonesia, 2(1), 765-776. https://doi.org/10.71417/jchi.v2i1.186

Similar Articles

11-20 of 47

You may also start an advanced similarity search for this article.