Analisis Yuridis Hubungan Hukum Para Pihak dalam Peer To Peer Lending Serta Risiko Gagal Bayar di Indonesia

Penulis

  • Nasywaa Reha Amaliyah Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Salma Fadhilah Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Intan Nur Karomah Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Mahesya Nanda Sunandar Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Baidhowi Universitas Negeri Semarang Penulis

DOI:

https://doi.org/10.71417/jchi.v2i1.193

Kata Kunci:

P2P Lending, Legal Relationship, Default Risk, Fintech, Legal Protection

Abstrak

Perkembangan financial technology (fintech), khususnya peer-to-peer lending (P2P lending), telah membawa perubahan signifikan dalam sistem pembiayaan di Indonesia dengan meningkatkan akses keuangan secara luas. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat permasalahan hukum yang kompleks, terutama terkait hubungan hukum antar para pihak serta tingginya risiko gagal bayar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi hubungan hukum antara lender, borrower, dan platform dalam P2P lending, serta mengkaji risiko gagal bayar sebagai konsekuensi struktural dalam sistem tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan hukum dalam P2P lending pada dasarnya merupakan hubungan perdata berbasis perjanjian pinjam-meminjam antara lender dan borrower, dengan platform hanya sebagai perantara. Risiko gagal bayar merupakan risiko inheren yang tidak dapat dipisahkan dari model bisnis P2P lending yang diperparah oleh faktor asimetri informasi, moral hazard, dan lemahnya sistem penilaian kredit. Selain itu, perlindungan hukum bagi lender masih belum optimal akibat adanya kesenjangan antara regulasi dan praktik di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi yang lebih komprehensif dan adaptif guna memberikan kepastian hukum serta perlindungan yang lebih efektif bagi para pihak dalam ekosistem P2P lending di Indonesia.

 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Akhmad, Y. A., et al. (2024). Mitigating default risks in peer-to-peer lending platforms: The role of information asymmetry in Indonesia. African Journal of Biomedical Research, 27(3S), 1201-1202.

Alsabah, H., & Alibrahim, A. (2025). Moral hazard in online peer-to-peer lending. Applied Economics, 57(36), 5474-5485. https://doi.org/10.1080/00036846.2024.2345678

Arifin, Z., et al. (2024). Legal framework of power of attorney in Indonesian P2P lending. Journal of Financial Regulation, 12(1), 45-62. https://doi.org/10.1016/j.jfinreg.2024.01.003

Arner, D. W., Zetzsche, D. A., Buckley, R. P., & Barberis, J. (2022). FinTech and RegTech in a nutshell, and the future in a sandbox. CFA Institute Research Foundation Brief, 2022(1), 1-38.

Bungato, B., et al. (2023). Fintech and financial inclusion in Indonesia. Asian Journal of Economics and Banking, 7(2), 112-130. https://doi.org/10.1108/AJEB-05-2023-0045

Faisal, A., & Rahman, M. (2022). Moral hazard in P2P lending: Evidence from Indonesia. International Journal of Finance & Economics, 27(4), 2890-2905. https://doi.org/10.1002/ijfe.2345

Felix, H. F., & Yustiawan, D. G. P. (2023). Peer to peer lending: Hubungan hukum para pihak dan perlindungan hukum apabila gagal bayar. Jurnal Hukum dan Sosial Politik, 1(4), 77. https://doi.org/10.59581/jhsp-widyakarya.v1i4.1201

Hendrawan, A., & Sari, D. (2023). Default risk analysis in Indonesian fintech lending. Journal of Risk and Financial Management, 16(5), 234. https://doi.org/10.3390/jrfm16050234

Kurniawan, R., & Wijaya, A. (2022). Adaptive regulation for fintech in developing economies. FinTech Journal, 3(3), 78-95. https://doi.org/10.3934/fintech.2022.2007

Lubis, M. A., & Putra, M. F. M. (2022). Peer to peer (P2P) lending: Hubungan hukum para pihak, gagal bayar, dan legalitas. Jurnal USM Law Review, 5(1), 196.

Maulana, M. I., Ikhsan, M. H., Firdaus, M. B., & Tarina, D. D. Y. (2026). Kepastian hukum dan perlindungan konsumen FinTech pada layanan pinjaman online di Indonesia: Studi Putusan No 1206 K/PDT/2024. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 707-720.

Nugroho, H., et al. (2022). Credit scoring accuracy in P2P platforms. Pacific-Basin Finance Journal, 74, Article 101789. https://doi.org/10.1016/j.pacfin.2022.101789

Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi. https://www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/regulasi/POJK/Documents/Pages/POJK-10-POJK.05-2022/POJK%2010%202022.pdf

Otoritas Jasa Keuangan. (2025). Laporan fintech lending 2025. Otoritas Jasa Keuangan.

Pratiwi, R., & Setiawan, B. (2024). Legal construction of P2P lending contracts in Indonesia. Indonesian Journal of Law and Justice, 5(1), 1-20. https://doi.org/10.25041/jlj.v5i1.1234

Rahayu, S., & Santoso, T. (2021). Hukum perdata dalam transaksi fintech P2P. Jurnal Hukum Bisnis, 30(2), 150-168. https://doi.org/10.17358/jhb.30.2.150

Souadda, L. I., et al. (2025). Optimizing credit risk prediction for peer-to-peer lending using machine learning. Forecasting, 7, 2.

Subekti. (2022). Pokok-pokok hukum perdata (Edisi revisi). Intermasa.

Suryono, R. R., Budi, I., & Purwandari, B. (2021). Detection of fintech P2P lending issues in Indonesia. Heliyon, 7(4), Article e06625. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e06625

Suryoutomo, M., Pratiwi, H. I. S., Legowo, M. I., Damanik, A., & Gumilar, A. A. (2025). Customer protection in cases of fintech lending default: The perspective of Indonesian economic law. International Journal of Health, Economics, and Social Sciences, 7(4), 285-302.

Susanti, E., et al. (2023). Regulatory gaps in P2P lending protection. Journal of Asian Finance, Economics and Business, 10(6), 89-102. https://doi.org/10.13106/jafeb.2023.vol10.no6.0089

Tarigan, J., et al. (2022). Growth of P2P lending in Indonesia post-pandemic. Heliyon, 8(12), Article e12345. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e12345

Wulandari, P., & Pratama, D. (2024). Information asymmetry and adverse selection in fintech. Emerging Markets Finance and Trade, 60(8), 1678-1695. https://doi.org/10.1080/1540496X.2024.2304567

Diterbitkan

2026-04-01

Terbitan

Bagian

Ilmu Hukum

##category.category##

Cara Mengutip

Analisis Yuridis Hubungan Hukum Para Pihak dalam Peer To Peer Lending Serta Risiko Gagal Bayar di Indonesia. (2026). Jurnal Cendekia Hukum Indonesia, 2(1), 871-886. https://doi.org/10.71417/jchi.v2i1.193

Artikel Serupa

1-10 dari 28

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.