Peran Desa Wisata Penglipuran, Bali dalam Diplomasi Budaya Indonesia di Kancah Internasional
DOI:
https://doi.org/10.71417/jchi.v2i2.227Keywords:
Diplomasi Budaya, Soft Power, Nation Branding, Cultural Village, Desa Wisata PenglipuranAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya diplomasi budaya sebagai instrumen soft power Indonesia di tengah dinamika hubungan internasional. Desa Wisata Penglipuran di Bali menjadi salah satu destinasi unggulan yang berhasil memadukan pelestarian adat, pembangunan berkelanjutan, dan promosi pariwisata internasional. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran Desa Wisata Penglipuran dalam mendukung diplomasi budaya Indonesia di kancah global. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan teori diplomasi budaya, soft power diplomacy, nation branding, serta cultural village. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Wisata Penglipuran berperan dalam : Pertama, menampilkan budaya dan nilai Indonesia di forum Internasional. Kedua memfasilitasi pertukaran budaya melalui atraksi seni dan tradisi. Ketiga, menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Keempat, mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan sesuai agenda global. Pengakuan UNWTO sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia tahun 2023 memperkuat posisi Desa Penglipuran sebagai aset strategis diplomasi budaya Indonesia.
Downloads
References
Abaalzamat, K. H., Al-Sulaiti, K. I., Alzboun, N. M., & Khawaldah, H. A. (2021). The role of Katara cultural village in enhancing and marketing the image of Qatar: Evidence from TripAdvisor. SAGE Open, 11(2), 21582440211022737. https://doi.org/10.1177/21582440211022737
Aji, S., Septiyaningsih, D. N., Nurhalimah, L., & Pusparani, S. (2025). Implementasi nilai-nilai kearifan lokal Desa Penglipuran dalam meningkatkan solidaritas sosial. Concept: Journal of Social Humanities and Education, 4(1), 114–121.
Aronczyk, M. (2013). Branding the nation: The global business of national identity. Oxford University Press.
Budiarta, I. P., Meirejeki, I. N., Yudistira, C. G. P., Kanca, I. N., & Arjana, I. W. B. (2024). Konsep Tri Hita Karana dan Sapta Pesona pada Desa Wisata Penglipuran. Kajian Pendidikan, Seni, Budaya, Sosial dan Lingkungan, 1(1), 26–32.
Dinnie, K. (2015). Nation branding: Concepts, issues, practice (2nd ed.). Routledge.
Fantoni, M., & Avellaneda, C. (2022). Explaining paradiplomacy: Do local pro-international structures and political support matter? Global Public Policy and Governance, 2(3), 353–375. https://doi.org/10.1007/s43508-022-00045-2
Fathorrahman, F. (2020). Budaya perilaku bersih di Desa Penglipuran Bali. Jurnal Sosiologi Reflektif, 15(1), 149–172. https://doi.org/10.14421/jsr.v15i1.1988
Gienow-Hecht, J. C. E., & Donfried, M. C. (Eds.). (2010). Searching for a cultural diplomacy. Berghahn Books.
Hayden, C. (2012). The rhetoric of soft power: Public diplomacy in global contexts. Lexington Books.
Khairunnisa, B. W. (2024). Indonesia’s engagement in cultural diplomacy shaping its international image. International Journal of Social Science and Human Research, 7(5), 3252–3259.
Kuznetsov, A. (2014). Theory and practice of paradiplomacy: Subnational governments in international affairs. Routledge.
Melissen, J. (2005). The new public diplomacy: Soft power in international relations. Netherlands Institute of International Relations Clingendael.
Nirmala, I. G. A. A. N., Subadra, I. N., & Putra, P. G. P. (2024). Dampak pengembangan desa wisata terhadap lingkungan sosial budaya dan ekonomi di Desa Wisata Penglipuran. Jurnal Daya Tarik Wisata, 6(1), 8–21.
Oddone, N. (2023). Paradiplomacy. In Oxford Research Encyclopedia of International Studies. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/acrefore/9780190846626.013.756
Paramita, I. B. G. (2025). Integrasi kearifan lokal Tri Hita Karana dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan: Studi kasus Desa Penglipuran, Bali. Cultoure: Jurnal Ilmiah Pariwisata Budaya Hindu, 6(1), 63–74.
Rojas-Méndez, J. I., & Khoshnevis, M. (2023). Conceptualizing nation branding: A systematic literature review. Journal of Product & Brand Management, 32(1), 107–123. https://doi.org/10.1108/JPBM-06-2021-3527
Tavares, R. (2016). Paradiplomacy: Cities and states as global players. Oxford University Press.
Viktorin, C., Gienow-Hecht, J. C. E., Estner, A., & Will, M. K. (Eds.). (2018). Nation branding in modern history. Berghahn Books.
Wamasen, D. (2025). Paradiplomasi Provinsi Bali dan UN Tourism dalam pengembangan pariwisata budaya tahun 2021–2024 (Doctoral dissertation). Fakultas Hukum Sosial Politik.
Yulliana, E. A. (2021). Diplomasi budaya melalui nation branding Wonderful Indonesia di era New Normal Tourism. Global and Policy Journal of International Relations, 9(1).
Downloads
Published
Issue
Section
Categories
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Fahrial Ihza Addahiri, Asep Setiawan, Ali Noer Zaman (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












