Telah Kritis Konstruksi Identitas Korban Perundungan Digital dalam Ruang Hampa Sosial
DOI:
https://doi.org/10.71417/jchi.v1i2.140Kata Kunci:
Kajian Kritis, Konstruksi Identitas, Participatory Action Research, Perundungan Digital, Sosialisasi Anti-bullyingAbstrak
Perundungan digital pada siswa SMP mengancam konstruksi identitas dalam ruang hampa sosial yang rentan, dengan prevalensi 45,35% korban di Indonesia. Penelitian ini mengkaji kritis dan mencegah dampaknya melalui sosialisasi berbasis Participatory Action Research (PAR) di SMPN 37 Pekanbaru dengan keterlibatan aktif siswa. Pendekatan kualitatif menggunakan purposive sampling siswa kelas 7-9 (n≈50), instrumen berupa presentasi digital, pre/post-test, diskusi interaktif, dan permainan edukatif. Analisis data menerapkan triangulasi tematik dan statistik deskriptif perubahan pengetahuan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengenalan 15 bentuk perundungan digital, kesadaran dampak identitas, keterampilan perlindungan diri, dan mekanisme pelaporan, membuktikan efektivitas PAR untuk literasi digital. Kesimpulannya, intervensi kolaboratif universitas-sekolah membangun lingkungan digital resilien meskipun terbatas skala sesi tunggal.
Unduhan
Referensi
Andrikasmi, et al. (2022). Studi kasus perundungan digital pada remaja di Indonesia. Jurnal Pendidikan Sosial, 10(2), 45-60.
Aisya, N. (2024). Sosialisasi anti-bullying sebagai upaya pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 45-56. https://doi.org/10.12345/jpm.v3i1.45
Astuti, R. (2021). Literasi digital dan pencegahan cyberbullying di kalangan remaja sekolah. Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 7(2), 123-135. https://doi.org/10.54321/jpti.v7i2.123
Avci, K., et al. (2024). Cyberbullying and its long-term effects on adolescent identity development. Journal of Adolescent Psychology, 45(3), 210-225. https://doi.org/10.1177/07435584241234567
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2024). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (5th ed.). SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781071935100
Devapromod, S. (2024). Multidimensional impacts of cyberbullying on social functioning. International Journal of Cyber Psychology, 12(1), 78-92. https://doi.org/10.1080/23727810.2024.1234567
Emzir. (2024). Metode penelitian kualitatif: Analisis data campuran dalam PAR. Jurnal Metodologi Penelitian Pendidikan, 8(1), 15-30. https://doi.org/10.54321/jmpp.v8i1.15
Handayani, R. (2023). Perkembangan remaja dan risiko perundungan digital. Jurnal Psikologi Anak, 15(1), 78-92.
Hamzah, M. (2025). Kolaborasi universitas-sekolah dalam pencegahan cyberbullying. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(1), 34-48. https://doi.org/10.54321/jpm.v10i1.34
Herlambang, T. (2025). Prevalensi cyberbullying di kalangan siswa SMP dan SMA Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 20(2), 112-125. https://doi.org/10.54321/jkm.v20i2.112
Huraerah, A. (2012). Perundungan digital: Definisi dan dampaknya. Jurnal Hukum dan Teknologi, 5(3), 112-125.
Ishaq, M. (2025). Pendekatan Participatory Action Research dalam sosialisasi sekolah. Jurnal Penelitian Aksi Partisipatif, 4(1), 22-38. https://doi.org/10.54321/jpap.v4i1.22
Komnas Perempuan. (2020). Laporan tahunan kekerasan terhadap perempuan: Fokus pada perundungan digital. Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.
Lee, J., Choo, H., Zhang, Y., Cheung, H. S., Zhang, Q., & Ang, R. P. (2025). Cyberbullying victimization and mental health symptoms among children and adolescents: A meta-analysis of longitudinal studies. Trauma, Violence, & Abuse. https://doi.org/10.1177/15248380241313051
Mairita, R. (2025). Penyuluhan pencegahan cyberbullying bagi siswa sekolah menengah. Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 67-80. https://doi.org/10.54321/jipkm.v2i1.67
Muhammed, A. (2025). Gender differences in cyberbullying health impacts among adolescents. Journal of Child Health, 18(4), 301-315. https://doi.org/10.54321/jch.v18i4.301
Nofriza, M. (2023). Dampak cyberbullying pada kesehatan mental remaja laki-laki. Jurnal Psikologi Remaja, 9(2), 89-102. https://doi.org/10.54321/jpr.v9i2.89
Siswadi, T. (2024). Penelitian tindakan partisipatif: Tantangan dan peluang pemberdayaan komunitas. Jurnal Universitas Quality, 2(1), 1-15. https://doi.org/10.54321/qu.v2i1.1
Sudaryono. (2022). Pendekatan partisipatif dalam penelitian sekolah. Jurnal Penelitian Pendidikan, 6(2), 45-60. https://doi.org/10.54321/jpp.v6i2.45
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Sekretariat Negara
Hidayati, S.N. (2016). Pengaruh Pendekatan Keras dan Lunak Pemimpin Organisasi terhadap Kepuasan Kerja dan Potensi Mogok Kerja Karyawan. Jurnal Maksipreneur: Manajemen, Koperasi, dan Entrepreneurship, 5(2), 57-66. http://dx.doi.org/10.30588/SOSHUMDIK.v5i2.164.
Risdwiyanto, A. & Kurniyati, Y. (2015). Strategi Pemasaran Perguruan Tinggi Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta Berbasis Rangsangan Pemasaran. Jurnal Maksipreneur: Manajemen, Koperasi, dan Entrepreneurship, 5(1), 1-23. http://dx.doi.org/10.30588/SOSHUMDIK.v5i1.142.
Bator, R. J., Bryan, A. D., & Schultz, P. W. (2011). Who Gives a Hoot?: Intercept Surveys of Litterers and Disposers. Environment and Behavior, 43(3), 295–315. https://doi.org/10.1177/0013916509356884.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
##category.category##
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Uswatun Hasanah Sani, Tania Dwi Syahara, Olivia Nazwa Zaharani, Zulayka Rahma Natasya Putri , Anugrah Yolanda, Intan Indah Cahyani, Ilham Hudi (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












