Implementasi WTO Trade Facilitation Agreement di Indonesia

Penulis

  • Novita Purnamasari Universitas Padjadjaran Penulis

DOI:

https://doi.org/10.71417/jchi.v2i2.240

Kata Kunci:

Trade Facilitation Agreement, World Trade Organization, Kebijakan Perdagangan Internasional

Abstrak

Penelitian ini membahas peran dan implementasi Trade Facilitation Agreement (TFA) di Indonesia dalam konteks kebijakan World Trade Organization (WTO). Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan sumber data berupa bahan hukum sekunder seperti buku, karya ilmiah, dan peraturan terkait TFA. Kehadiran TFA berdampak signifikan terhadap kebijakan perdagangan internasional Indonesia, terutama dalam menyederhanakan prosedur lintas batas dan meningkatkan efisiensi perdagangan serta kepabeanan. Implementasi TFA di Indonesia bertujuan mendorong sektor ekspor UMKM melalui optimalisasi prosedur kepabeanan, pengurangan biaya transaksi, dan peningkatan akses pasar global. TFA menjadi instrumen strategis yang memberikan transformasi positif bagi perdagangan internasional Indonesia dan mendukung integrasi UMKM dalam perdagangan global.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Adolf, H. (2017). Hukum perdagangan internasional. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Eliason, A. (2015). The Trade Facilitation Agreement: A new hope for the World Trade Organization. World Trade Review, 14(4), 644–670.

Ersya, O. D. (2022). Legal perspective on the Trade Facilitation Agreement (TFA): Indonesia case studies. Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Syariah, 7(1).

Finger, J. M., & Wilson, J. S. (2006). Implementing a WTO agreement on trade facilitation: What makes sense? (Policy Research Working Paper No. 3971). Washington, DC: World Bank.

Habie, R. (2021). Eksistensi Trade Facilitation Agreement dalam perspektif Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2017 tentang Protocol Amending the Marrakesh Agreement Establishing World Trade Organization. Jurnal Restorative Justice, 5(2).

Hata. (2021). Perdagangan internasional dalam sistem GATT dan WTO: Aspek hukum dan nonhukum. Bandung: Refika Aditama.

Hoekman, B. (2014). The Bali Trade Facilitation Agreement and rulemaking in the WTO: Milestone, mistake or mirage? (EUI Working Paper No. 102). Florence: European University Institute.

Jamilus. (2017). Analisis fungsi dan manfaat WTO bagi negara berkembang (khususnya Indonesia). Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 11(2).

Luthfianto, A., Priyarsono, D. S., & Barreto, R. (2016). Trade facilitation and performance of Indonesia manufacturing export. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, 10(1).

Marlinawati, Y. (2014). Menindaklanjuti Paket Bali: Titik terang yang (jangan sampai) meredup kembali. Buletin Dirjen Multilateral Kementerian Luar Negeri, III(2).

Narlikar, A. (2012). The Oxford handbook of the World Trade Organization. Oxford: Oxford University Press.

Rabbani, D. R. S. (2021). A critical study of TFA WTO (World Trade Organization): Analysis of the implementation of international trade policies in Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 2(1).

Shin, Y. H. (1999). Trade facilitation and WTO rules: For a better harmonised customs system. Journal of World Trade, 33(4), 131–142.

Wang, H. (2014). The Agreement on Trade Facilitation and its implications: An interpretative perspective. Asian Journal of WTO and International Health Law and Policy, 9(2).

Perundang-undangan

General Agreement on Tariffs and Trade. (1947).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pengesahan Protocol Amending the Marrakesh Agreement Establishing the World Trade Organization.

Vienna Convention on the Law of Treaties. (1969).

Diterbitkan

2026-08-28

Cara Mengutip

Implementasi WTO Trade Facilitation Agreement di Indonesia. (2026). Jurnal Cendekia Hukum Indonesia, 2(2), 235-244. https://doi.org/10.71417/jchi.v2i2.240

Artikel Serupa

1-10 dari 83

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.