Penerapan Safeguard dalam Perdagangan Internasional
DOI:
https://doi.org/10.71417/jchi.v2i1.202Kata Kunci:
Safeguard, Perdagangan Internasional , WTO (Organisasi Perdagangan Dunia)Abstrak
Safeguard merupakan tindakan perlindungan sementara yang diambil oleh suatu negara
untuk melindungi industri dalam negerinya dari kerugian serius akibat lonjakan impor yang tiba
tiba dan tidak terduga. Dalam perdagangan internasional, penerapan safeguard diatur oleh
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk memastikan bahwa langkah-langkah tersebut
dilakukan secara adil tanpa menghambat perdagangan secara berlebihan. Penelitian ini
menggunakan metode studi literatur dan analisis deskriptif untuk meninjau penerapan safeguard
dalam perdagangan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa safeguard diterapkan
oleh negara pengimpor untuk melindungi industri dalam negeri dari lonjakan impor barang sejenis
yang menyebabkan kerugian serius. Tindakan safeguard diperlukan guna memberikan waktu bagi
industri domestik agar dapat beradaptasi dan meningkatkan daya saing mereka. Penerapan
safeguard harus mengikuti prosedur yang jelas dan transparan sesuai dengan aturan WTO agar
tidak melanggar prinsip perdagangan bebas.
Unduhan
Referensi
Agreement on Safeguards. (1994). World Trade Organization. https://www.wto.org/english/docs_e/legal_e/25-safeg_e.htm
Bown, C. P., & McCulloch, R. (2004). The WTO and antidumping in developing countries. Economics & Politics, 16(2), 191-214.
GATT. (1947). General Agreement on Tariffs and Trade, Article XIX.
Hoekman, B., & Mavroidis, P. C. (2016). World Trade Organization (WTO): Law, economics, and politics. Routledge.
Hoekman, B., & Nicita, A. (2011). Trade policy, trade costs, and developing country trade. World Development, 39(12), 2069-2079.
Hufbauer, G. C., & Suominen, K. (2012). Trade remedies: The US experience. Peterson Institute for International Economics.
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2024, June 26). Industri lokal terancam, RI selidiki perpanjangan safeguard impor ubin keramik. https://www.kemendag.go.id/berita/pojok-media/industri-lokal-terancam-ri-selidiki-perpanjangan-safeguard-impor-ubin-keramik
Koul, A. K. (2018). Guide to the WTO and GATT: Economics, law and politics. Brill.
Lee, Y.-S. (2002). Safeguard measures: Why are they not applied consistently with the rules? Lessons for competent national authorities and proposals for the modification of the rules on safeguards. Journal of World Trade, 36(4), 641-669.
Montemayor, R. (2007). Implications of proposed modalities for the special safeguard mechanism: A simulation exercise (Issue Paper No. 10). International Centre for Trade and Sustainable Development.
Moore, M. O., & Mark, M. J. (2015). The economics of trade policy and protectionism. Cambridge University Press.
Samuel, R., Priyono, F. J., & Hartono, D. (2017). Gugatan Vietnam kepada Indonesia terkait safeguards produk canai lantaian dari besi atau baja bukan paduan. Diponegoro Law Journal, 6(2), 1-15.
Sezgin, V. (2022). Analysis of the impacts of safeguard actions: Evidence from Turkey. Central Bank Review, 22(1), 49-56.
WTO. (1994). Agreement on Safeguards. World Trade Organization.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
##category.category##
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Aira Sherasati Tudiono (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












