Kesiapan Kebijakan Keamanan Siber Indonesia terhadap Ancaman Serangan Stuxnet : Pembelajaran dari Kasus Iran

Authors

  • Adam Muhammad Ridwan Universitas Muhammadiyah Jakarta Author
  • Miftahul Ulum Universitas Muhammadiyah Jakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.71417/jchi.v2i2.225

Keywords:

Keamanan Siber, Kebijakan Keamanan, Stuxnet

Abstract

Perkembangan transformasi digital dan meningkatnya ketergantungan terhadap infrastruktur berbasis teknologi telah menjadikan keamanan siber sebagai isu strategis dalam keamanan nasional. Serangan Stuxnet pada tahun 2010 menjadi tonggak penting yang menunjukkan bahwa ancaman siber mampu menimbulkan kerusakan fisik terhadap infrastruktur kritis suatu negara. Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat infeksi Stuxnet tertinggi menghadapi tantangan serius dalam memperkuat ketahanan keamanan siber nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan kebijakan keamanan siber Indonesia dalam menghadapi ancaman strategis seperti Stuxnet dengan mengambil pembelajaran dari transformasi keamanan siber Iran pasca-serangan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi komparatif melalui analisis dokumen kebijakan, regulasi, jurnal ilmiah, dan literatur akademik terkait keamanan siber Indonesia dan Iran. Teknik analisis data dilakukan menggunakan content analysis berbasis teori politik keamanan siber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi permasalahan fragmentasi kelembagaan, keterbatasan sumber daya manusia, serta lemahnya koordinasi lintas sektor dalam pengelolaan keamanan siber. Sebaliknya, Iran mampu melakukan transformasi cepat melalui model komando terpusat yang memperkuat kapasitas keamanan siber nasional, meskipun berdampak pada meningkatnya militerisasi dan pembatasan kebebasan sipil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Indonesia perlu memperkuat tata kelola keamanan siber, integrasi kelembagaan, pengembangan SDM, serta strategi ketahanan siber nasional tanpa mengabaikan prinsip demokrasi, hukum, dan hak asasi manusia.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdillah, A., Widianingsih, I., Buchari, R., & Nurasa, H. (2024). Big data security & individual (psychological) resilience: A review of social media risks and lessons learned from Indonesia. Array, 21, 100336.

Anwary, I. (2022). The role of public administration in combating cybercrime: An analysis of the legal framework in Indonesia. International Journal of Cyber Criminology, 16(2), 216–227.

Bhakti, A., Sudirman, A., Widya, S. S. R., & Bainus, A. (2024). State defense strategy in facing cyber threats after hacking incidents on government institutions: A case study in Indonesia. Journal of Human Security, 20(1), 109–117.

Hossain, S., Yigitcanlar, T., Nguyen, K., & Xu, Y. (2025). Cybersecurity in local governments: A systematic review and framework of key challenges. Urban Governance, 5, 100091.

Kenney, M. (2015). Cyber-Terrorism in a Post-Stuxnet World. Orbis, 59(1), 111–128.

Kumar, S., Tripathi, K., & Das, S. (2025). Cybersecurity of energy systems. Methods in Chemical Process Safety, 9.

Loukas, G. (2015). A history of cyber-physical security incidents. In Cyber-Physical Attacks (pp. 35–62). Elsevier.

Ponnusamy, V., Jhanjhi, N. Z., & Humayun, M. (2019). Fostering public-private partnership: Between governments and technologists in developing national cybersecurity framework. In Employing recent technologies for improved digital governance (pp. 237–255).

Priyandita, G., & Lebang, C. G. (2025). Constrained cyber power: Authoritarian legacies on Indonesia's cyber capabilities development. Journal of Information Technology & Politics.

Raja, M., Masood, Z., Hussain, I., Zameer, A., & Raja, M. (2025). Design of deep learning networks for nonlinear delay differential system for Stuxnet virus spread in an air gapped critical environment. Applied Soft Computing, 175, 113091.

Rid, T. (2022). Cyber war will not take place. Oxford University Press.

Saputra, P. N., Sudirman, A., Sinaga, O., Wardhana, W., & Hayana, N. (2019). Addressing Indonesia's cyber security through public-private partnership (PPP). Central European Journal of International and Security Studies, 13(4), 104–120.

Sen, Ö., van der Velde, D., Wehrmeister, K., Hacker, I., Henze, M., & Andres, M. (2022). On using contextual correlation to detect multi-stage cyber attacks in smart grids. Sustainable Energy, Grids and Networks, 32, 100821.

Shakarian, P. (2013). Attacking Iranian nuclear facilities: Stuxnet. In Introduction to Cyber-Warfare (pp. 261–280). Syngress.

Susila, M. E., & Salim, A. A. (2024). Cyber espionage policy and regulation: A comparative analysis of Indonesia and Germany. Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum, 11(1), 122–144.

Ulum, M. (2026). Buku Politik Keamanan Siber. UMJ Press.

Wahyudi, R., Marjaka, W., Silangen, C., Supriatna, J., Fajar, M., Winarni, N., & Dharmawan, I. (2025). Advancing Mutual Recognition Agreements (MRAs) between Indonesia's SRN and international standards to expand forestry carbon credits in VCMs. Trees, Forests and People, 22, 101017.

Willis, R., & Sidabutar, J. (2024). How can Gov-CSIRT Indonesia maintain national cybersecurity in the future? In Proceedings of the 16th International Conference on Information Technology and Electrical Engineering (ICITEE 2024) (pp. 440–445).

Zhen, Z., & Gao, J. (2023). Chinese Cyber Threat Intelligence Named Entity Recognition via RoBERTa-wwm-RDCNN-CRF. Computers, Materials and Continua, 77(1), 1203–1222.

Published

2026-06-04

How to Cite

Kesiapan Kebijakan Keamanan Siber Indonesia terhadap Ancaman Serangan Stuxnet : Pembelajaran dari Kasus Iran. (2026). Jurnal Cendekia Hukum Indonesia, 2(2), 118-130. https://doi.org/10.71417/jchi.v2i2.225

Similar Articles

41-50 of 63

You may also start an advanced similarity search for this article.